Baubau Logo
Mesjid Keraton
Mesjid ini didirikan tahun 1538 M, dalam Mitos masyarakat Wolio pada masa kesultanan di mesjid ini Selalu terdengar Suara Adzan Shalat Jumat dari Mekkah
Mesjid ini didirikan tahun 1538 M, dalam Mitos masyarakat Wolio pada masa kesultanan di mesjid ini Selalu terdengar Suara Adzan Shalat Jumat dari Mekkah
Kecamatan
Dinas dan Instansi
 
Senin, 23 Maret 2009
Kawasan Loko Dulunya tak Produktif, Kini Menjanjikan

Bila pada masa yang lalu, kawasan lingkungan Loko Kelurahan Kampeonahu Kecamatan Bungi adalah sebuah kawasan hutan yang tidak produktif. Padahal, lahan di kawasan yang berbatasan dengan Kecamatan Kapontori Kabupaten Buton tersebut merupakan lahan yang sangat subur dan menjanjikan untuk areal pertanian.

Namun sejak, kawasan Kecamatan Bungi dan Surawolio atau lebih dikenal dengan Kawasan Buso oleh Pemkot Bau-Bau dijadikan sebagai basis pertanian dan lumbung pangan Kota Bau-Bau maka di kawasan ini mulai tumbuh-tumbuh kawasan pertanian baru termaksud lingkungan Loko yang sejak awal hanyalah hutan belantara belaka perlahan-lahan mulai menjadi sebuah kawasan pertanian yang punya potensi ke depan sebagai salah satu lumbung pangan di Kota Bau-Bau bersama kawasan-kawasan lainnya.

Pemkot Bau-Bau yang dikomandai Walikota Bau-Bau MZ Amirul Tamim mulai membenahi kawasan Loko yang pada tahun 2008 lalu sebagaimana laporan Camat Bungi Drs Yacob telah melakukan pencetakan sawah seluas 88,5 hektar. Bahkan, masih ada sekitar 150 hektar lagi berpotensi untuk dikembangkan pencetakan sawah. Dana-dana untuk mempermak kawasan ini melalui APBN yang total per hektarnya mencapai Rp 7,2 juta sudah digelontorkan di kawasan ini termaksud pemakaian bibit dan pupuk.

Alhasil, dari usaha kerja keras pemerintah dan masyarakat selama setahun ini, untuk kawasan seluas 88,5 hektar di lingkungan Loko kini sudah siap panen seluas 27 hektar dengan padi jenis varietas Cisantane. Dan panen perdana masyarakat lingkungan Loko ini dihadiri langsung oleh Walikota Bau-Bau Drs MZ Amirul Tamim M Si, seluruh jajaran SKPD, Camat Bungi dan Muspikanya Sabtu (21/3).

Orang nomor satu di Kota Bau-Bau ini saat melakukan pertemuan dengan masyarakat mengaku sangat bangga dengan hasil yang kini dirasakan oleh masyarakat yang berada di lingkungan Loko sebab daerah yang dulunya hanya sebagai hutan kini sudah dipenuhi dengan areal persawahan milik masyarakat. Hanya saja, diminta masyarakat tetap menjaga keseimbangan lingkungan termaksud jangan ada pembangunan di kawasan ini.

Amirul yang selalu merespon aspirasi masyarakat ini juga langsung menyikapi tak kalah salah seorang masyarakat La Ode Mazadu mengeluhkan belum adanya bendungan yang dibuat oleh pemerintah. Karena, selama ini masyarakat lingkungan Loko menggunakan pengairan sawah pertanian mereka hanya dengan swadaya saja yakni dengan sistem tadah hujan. Pembangunan bendungan dimaksudkan untuk meningkatkan hasil pertanian masyarakat sehingga dengan sendirinya juga meningkatkan kesejahterannya.

Oleh sebab itu, Amirul yang juga didampingi anggota DPRD Provinsi Sultra H Rasyid Syawal dan anggota DPRD Kota Bau-Bau Mohd Gafar dan La Ode Yasin Mazadu dan Kadis Pertanian dan Kehutanan Ir Bahara P M Si berjanji bila tahun 2009 ini diusahakan masyarakat tidak lagi menggunakan sistim tadah hujan untuk pengairannya tapi mulai dibangunkan dam paritnya. (Lay - Kepres)

Berita Lainnya